Dia mendekat.
dan aku tak suka itu.
Dia pria beristri.
Dan tidak hanya itu masalahnya.
Aku bisa dibilang anaknya.
Aku keponakannya.
Dulu tak seperti itu.
Entah kenapa.
Aku salah sangka.
ternyata ia berbeda sekali dengan tampilan luarnya.
cara bicaranya yang halus.
caranya menanggapi sesuatu.
Ia kelihatan cerdas dan bijaksana.
Aku bahkan sempat memuji sosoknya.
Dan menceritakan kekagumanku itu pada seorang sahabat.
sungguh, aku mengira dia baik.
ramah. setiap kali aku melihatnya pasti senyum.
Tapi, semenjak insiden itu.
setiap kali ia senyum.
Q balas dengan enggan yang tak nampak.
Kini, senyum itu seakan bermaksud menggodaku.
Aku berusaha menghindar.
Sampai ia kembali normal.
Karena, sejak itu.
setiap ia mendekat.
aku selalu berprasangka buruk.
meski pada akhirnya tak terjadi apa-apa.
tak dapat kupungkiri, ada rasa takut yang berkelebat.
mungkin dia anggap itu biasa.
mungkin ia tak bermaksud apa-apa.
tapi, tetap saja. aku gak suka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar