Dia mengirimiku SMS.
tak membuang waktu.
tak berbelit-belit lagi.
tanpa basa-basi.
dia akhirnya mengakui kemenanganku.
mendeklarasikan kekalahannya.
menggelegarkan tawaku.
meski tak melihat raganya bersimpuh di hadapanku.
cukup hatinya.
cukup itu saja yang membuatku puas.
tapi, pada sampai titik dia bertanya padaku.
"masih adakah rasa itu? cintamu padaku?"
membuatku sejenak lupa pada egoku.
pada pertempuran yang saya buat di hari perpisahan itu.
pertempuran yang aku yakini akan mencetuskanku sebagai pemenang!
dan yah, itu benar!
akulah pemenangnya.
tapi, apakah aku sudah seutuhnya menang?
ku tanya hatiku!
dia tak lagi peduli padanya.
dia sudah merelakannya meski sudah ada yang lain.
dia tak lagi menangisinya di kala mengingat perpisahan itu...
dia malah mencemooh.
"tak ada lagi rasa untuknya."
hatiku berdalih.
ku klik 'reply'.
"maaf, aku sudah melupakanmu!"
'send'.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar