Ketika cinta di batas raga....
Dan yang dicinta mematahkan hembusan nafas yang mencinta...
Mungkinkah kasih kan sanggup mengenang setiap detik yang tertenggelamkan tangis?!
Sungguh...
Ketika terbentangkan jarak di depan sang kekasih...
perlahan menenggelamkan bingkai wajah yang setiap detik dirindui...
Berharap pertemuan indah itu terulang kembali...
Bahkan ketika menanti,,
mencari..
di antara penumpang yang lalu-lalang di stasiun itu...
mencari..
di setiap sudut kenangan yang disinggahi...
Hingga sembilan tahun lamanya,,
sosok wajah itu tak juga menghampiri!!!
Bahkan,, sejak berakhirnya sebuah cerita yang dicinta...
Tahu akan hanya ada asa di batas penantian...
Sakit! ketika bersandiwara seakan masih rasakan hadirnya..
Tapi, Aku tetap di sini...
Kau tahu?!
Setiap kereta berhenti..
Aku akan duduk depan stasiun..
Memperhatikan satu per satu penumpang yang keluar..
Berharap Kau ada di antara mereka..
Meski hanya bayangmu,,
Meski hanya Ruhmu...
Lihat penantianku...
Lihat aku yang terus tertatih di batas kesetiaanku!!
Aku, sejak sembilan tahun yang lalu di sini..
Hingga aku lelah menanti..
Hingga kau dapati Aku di sisimu lagi!
meski Aku tak lagi dalam ragaku_
Tidak ada komentar:
Posting Komentar